Pembentukan Karakter Anak Usia Dini
Melalui PAI
Pendidikan
karakter menjadi isu penting dalam dunia
pendidikan akhir akhir ini, hal ini berkaitan dengan fenomena dekadensi moral
yang terjadi di tengah tengah masyarakat maupun di lingkungan pemerintahan yang
semakin meningkat dan beragam, kriminalitas, ketidakadilan, korupsi, kekerasan
pada anak, pelanggaran HAM menjadi bukti bahwa telah terjadi krisis jati diri
dan karakteristik pada bangsa Indonesia.
PAI mempunyai
posisi penting dalam sistem pendidikan nasional. Pendidikan agama menjadi
materi wajib diajarkan pada setiap sekolah. Pendidikan Agama Islam memberikan
pelajaran yang menanamkan nilai-nilai spiritualitas pada peserta didik agar
menjadi manusia yang berakhlak.
Suwito menyebutkan
akhlak sering disebut ilmu tingkah laku atau perangai karena dengan ilmu
tersebut akan diperoleh pengetahuan tentang keutamaan keutamaan jiwa bagaimana
cara memperolehnya dan bagaimana membersihkan jiwa yang telah kotor
(Suwito,2004:31).
Sedangkan karakter
adalah nilai-nilai yang khas baik (tahu nilai kebaikan, mau berbuat baik, nyata
berkehidupan baik, dan berdampak baik terhadap lingkungan) yang terpateri dalam
diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Karakter secara koheren memamncar dari
hasil olah pikir, olah hati, olah raga, serat olah rasa dan karsa seeorang atau
sekelompok orang (Kebijakan nasional,2010-2025:7).
Akhlak dan
karakter dalam islam adlah suasana utama dalam pendidikan. Hal ini dapat
dilihat dari beberapa hadist Nabi yang menjelaskan tentang keutamaan pendidikan
akhlak salah satunya hadist: “ajarilah anakmu kebaikan, dan didiklah mereka”
(Abdullah:44).
Proses belajar
mengajar yang diharapkan dalam pendidikan akhlak adalah lebih kepada mendidik
bukan mengajar. Mendidik proses pelajaran lebih diarahkan kepada bimbingan dan
nasihat.
Penanaman karakter
pada anak usia dini brarti ikut mempersiapkan generasi bangsa yang berkarakter.
Oleh karena itu pembelajaran PAI di sekolah sangatlah penting. Terutama
pendidikan agama yang harus kita ajarkan kepada anak usia dini. Kalau di dalam
keluarga kita bisa mengajarkan anak dengan kepribadian kepribadian yang baik.
Dengan kepribadian yang baik dilakukan
oleh orang tuannya anak tersebut akan terbiasa. Di dalam keluarga peran utama
mendidik adalah orang tua. Jika orang tuannya memililiki kepribadian yang jelek
maka anak akan mengikutinya dan sebaliknya. Selain di keluarga pendidikan
karakter juga bsa dilakukan di lingkungan sekolah. Di sekolah terdapat
pelajaran PAI. PAI juga sudah di terapkan di Sekolah Dasar. Peran utama di
dalam sekolah adalah guru. Guru harus memiliki 4 kompetensi: pedagogik,
kepribadian, sosial, dan profesional.Guru harus bisa mendidik, melatih,
membimbing anak didiknya.
Pendidikan
karakter pada anak harus dialkukan sejak dini, karena karakter seseorang muncul
dari sebuah kebiasaan yang berulang ulang dalam waktu yang lama serta adanya
teladan di lingkungan sekitar. Orang tua dan guru harus berjuang keras demi
kebaikan bangsa kita. Dengan karakter yang dilakukan sejak dini akan
memperngaruhi kebiasaan anak sampai dewasa nanti. Sehingga bangsa kita akan
terhindar dari korupsi dan kejahatan kejahatan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar