REVIEW
FILM”SANG PENCERAH”
Judul : Sang Pencerah
Sutradara :Hanung Bramantyo
Produser :Raam Punjabi
Penulis :Hanung Bramantyo
Pemeran :Lukman
Sardi, Yati Surachman, Slamet Rahardjo, Giring Ganesha, Ikranagara, Muhammad
Ihsan Tarore, Zaskia Adya Mecca, Sujiwo Tejo, Dennis Adhiswara, Agus Kuncoro.
Muhammad Darwis adalah
seorang anak dari Abu Bakar yang dulunya seorang khotib besar Kauman yang biasa
dipanggil Darwis oleh keluarganya dan teman-temannya. Pada umur 15 tahun Darwis
banyak melihat sesajen berbaur denan agama islam yang menurutnya sesat.
Kemudian Darwis memutuskan memperdalam ilmunya pergi ke Mekkah. Sebelum pergi
Darwis mendapat pesan dari pakdenya agar ia membawa perubahan pada Kauman.
Banyak kyai-kyai yang berangkat ke Mekkah tetapi masi mengikuti tradisi Kauman.
Pulang dari Mekkah
Darwis mengubah nama menjadi Ahmad Dahlan yang berasal dari gurunya di Mekkah.
Dan menikah dengan Siti Walidah.
Setelah belajar 5 tahun
di Mekkah. Ahmad Dahlan ingin tahu arah kiblat masjid Kauman apakah sudah
menghadap kiblat atau belum. Kemudian ia bertanya kepada kyai-kyai masjid lain.
Ternyata ada yang menghadap ke timur. Dengan keyakinan Ahmad Dahlan mengubah
arah kiblat yang dulunya mengahadap Afrika sekarang menghadap ke Mekkah.
Dengan mengubah arah
kiblat Ahmad Dahlan ditentang oleh kyai penghulu. Dengan emosinya kyai penghulu
memerintahkan untuk membongkar masjid Kauman yang dianggap merusak tradisi.
Karena merasa sakit hati Ahmad Dahlan dan istrinya ingin pergi dari desanya
tapi dihalangi oleh kakanya. Kakaknya masi membutuhkan Ahmad Dahlan untuk
pembaharuan Kauman. Kakanya berjanji akan mendirikan tempat belajar ngaji dan
tempat ibadah untuk Ahmad Dahlan.
Ahmad Dahlan membuka
tempat belajar dan ibadah untuk menyadarkan bahwa islam adalah agama yang tidak
hanya mengajarkan tauhid tetapi juga kesejahteraan dan kesehatan. Ahmad Dahlan
ingin mengajarkan ilmunya. Kemudian ia mengajar agama islam di sekolah
pemerintah Belanda. Tetapi pengurus sekolah awalnya tidak yakin akan berhasil.
Di awal pelajaran Ahmad Dahlan mengucap salam tetapi tidak ada yang merespon
malah salah satu dari muridnya kentut. Akhirnya Ahmad Dahlan menerangkan
kebesaran Allah yang telah memberikan lubang untuk membuang gas pada manusia.
Dengan cara mengajarnya yang asyik Ahmad Dahlan diterima sebagai guru.
Setelah keluarganya
mengetahui Ahmad Dahlan dianggap kafir oleh kelarganya dan teman-temanya karena
telah mengajarkan di sekolah Belanda. Akan tetapi murid-murid di sekolah itu
mulai tertarik dengan Ahmad Dahlan. Ahmad Dahlan tidak menghiraukan baginya
islam adalah agama Rahmatan Lil Ngalamin. Memberika kedamaian bagi siapa saja
termasuk non muslim.
Dengan didampingi
istrinya dan 5 muridnya. Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan
tujuan mendidik umat islam agar berperilaku maju sesuai dengan perkembangan
zaman.Kyai penghulu tidak menyetujui karena dianggap sesat Munculnya organisasi
menimbulkan pertentangan antara masyarakat yang menentang dan memihak Ahmad
Dahlan. Dengan berjalannya waktu kyai penghulu menyadari kesalahannya. Dan
menyetujui pembaharuan yang dilakukan Ahmad Dahlan.
Itulah crita dari saya
tentang film “Sang Pencerah” yang dimulai dari lahirnya Ahmad Dahlan,
pembaharuan, serat tantangan-tantangan yang dihadapi hingga menjadi seperti
ini.
Gagasan
yang dilakukan Ahmad Dahlan:
- Bidang Agama
- Mengubah arah kiblat
- Menegakkan kembali kepada Al-Qur’an dan As sunnah
- Menghilangkan praktek tradisi yang menimbulkan kesesatan
2. Bidang Sosial
- Mendirikan Organisasi Muhammadiyah yang bersumber pada Al Qu’an dan Al hadist
- Sesuai dengan surat Al Ma’un, ia mengajarkan untuk menyatuni fakir miskin
3. Bidang Pendidikan
- Mendirikan sekolah yang mengajarkan agama Islam
Tantangan yang dihadapi
Ahmad Dahlan:
1. Para kyai menentang adanya perubahan arah kiblat
2. Para warga masih menganut tradisi sesajen
3. Orang-orang menganggap Ahmad Dahlan kafir
4. Dirobohkan masjidnya karena arah kiblat
melenceng
5. Masyarakat menentang berdirinya organisasi Muhammadiyah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar